About Me
- Odz-R
- Saya adalah salah satu mahasiswa biasa yang kuliah di Universitas Swasta di Jakarta-Depok dengan hobi yang biasa . Uang jajan yang biasa . Tampang yang biasa . Sifat dan sikap seperti halnya laki-laki biasa . Porsi makan yang biasa dengan jam tidur yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang biasa ...
Blog Archive
-
▼
2012
(46)
-
▼
June
(12)
- Link Your DONTBLYNK Account to the New PlayRohan P...
- List Reputasi Seal Online >> Title Alternative...
- Format Lapor Cheater Seal Online Eternal DestinyMa...
- Mage Guide Seal Online by daundotcom mage adalah ...
- Cooking Research Seal Onlinekenali dulu: misalnya ...
- Guide to lava room Seal Online Level from 30 - 50...
- Guide Moo Moo Inventory : Req. : - Lvl 16 ~ Lvl 2...
- guide lvl 1-10 kurang dari 10 menit 1. bikin char...
- ================== Skill Cooking Craftsman =======...
- sedikit preview mengenai job2 saya sudah hampir ny...
- Uang, Bank, dan Penciptaan Uang
- ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TE...
-
▼
June
(12)
Sebelumnya maaf kalo nanti kedepannya tulisan-tulisan di sini akan banyak singgungan-singgungan dan bersifat menggurui yang dapat membuat para pembaca sekalian merasa kesal atau gimana lah . Tulisan ini di buat hanya sebagai pandangan saya secara khusus terhadap Kehidupan Manusia , that's all . Penulis sendiri juga bukanlah manusia sempurna yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan . And here i go..
Manusia , merupakan suatu mahluk yang di ciptakan tuhan untuk menempati bumi yang telah di buat sedemikian rupa beserta isi nya yang berlimpah .. Aneka bahan pangan , sumber daya alam yang berlimpah yang dapat digunakan dan sengaja diberikan-Nya untuk kebutuhan manusia dibumi .
Waktu terus berlalu dan blablabla .. to the point aja deh ya
Jadi gini , kenapa yaa yang manusia tuh gampang banget ngucap sesuatu hal tanpa dipikirin dulu?? Sang Pencipta dah ngasih kita otak dan pikiran , tapi kenapa masih banyak yang ga maksimal ngegunain nya -termasuk penulis-
Okay kebanyakan kita pas lagi chit-chat pasti reflek pas mo ngucap , cuman sadar ga sih kita kalo apa yang kita ucap itu bisa aja nyakitin orang yang ngedenger nya , mo secara frontal kek , maen belakang kek , samping kek atas bawah kek terserah
iya toh ??
coba deh guys pikirin , lakuin , renungin , amalin , kalo kita bisa berbicara secara santun , dengan etika yang baik dan benar [ ya ga usah dengan bahasa indonesia yang baik dan benar dlu gapapa lah :D ] dengan memperhatikan perasaan dari lawan bicara kita . Gue jamin , temen lo , pacar lo siapa lo kek bakal respect sama lo ! ga ngejelek-jelekin lo dibelakang !!
semoga ceramah singkat saya bisa memberikan manfaat untuk para pembaca sekalian ..

Huehuehue .. assalamualaikum , selamat siang , salam sejahtera buat kita semua . Senang sekali gue selaku pemilik blog punya kesempatan lagi untuk membuat suatu tulisan yang dimana sudah sekian lama tidak hadir di muka bumi ini ..
Ya mungkin tanpa panjang lebar gue mulai aja kali yaa , mungkin tulisan ini tidak sepanjang novel nya J.K. Rowling .. He He He tapi semoga aja tulisan ini bisa bermanfaat . Amiin ...
Budaya . Apa sih tuh budaya , pasti tau dong , masa ga tau siih ?? kasian amat . Hahaha .. kalo ga tau nih gue kasih tau ! ..
Budaya menurut gue itu suatu hal (baik cara hidup , pakaian , seni , agama , atau apapun) yang dimiliki dan berkembang oleh sekumpulan orang dari waktu ke waktu . Oia , Bahasa pun juga termasuk budaya lho ! , oleh karena itu bila kita memasuki suatu wilayah yang kental akan budaya ditempat tersebut , tidak jarang kita akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan masyarakat tersebut dikarenakan kita yang tidak terbiasa dengan bahasa mereka . Maka dari itu setiap kita berhubungan langsung dengan budaya lain , secara tidak langsung kita akan belajar untuk mengetahui nya ..
Nihh .. berikut perbedaan budaya-budaya di belahan dunia ...
- 1.Afrika
- Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
- 2.Amerika
- Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
- 3.Asia
- Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam. Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
- 4.Australia
- Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
- 5.Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
- 6.Timur Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.
Nah selanjutnya , gue akan membahas sedikit tentang BATIK . Ya ! Batik .. kenapa batik ?? karena batik adalah budaya khas indonesia yang telah banyak dipakai oleh orang-orang di indonesia ...
Tapi sebenernya , Batik itu sendiri merupakan salah satu teknik pembuatan pakaian lho ! . Lalu batikk tersebut juga dapat mengacu pada 2 hal , yaitu :
1.teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing .
2.kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009
Hmm .. segini aja mungkin bahasan tentang budaya kali ini , sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah karena telah menyelesaikannya ...
see you in the next article ,, sayonara !
Beras - Nasi [??]
Dhimas Widhiyanto 11110932 Sistim Informasi 1KA21
Hah ?? beras – nasi ? apaan sih ? ..
Nih saya kasih tau .. [tapi masa ga tau sih ?? ente dari planet mana gan ga tau yang namanya beras ama nasi ??? *Jayusnya kumat ^^* ] . hahaha ..
Baiklah,dengan segala rasa hormat tanpa mengurangi sedikitpun derajat manusia dimuka bumi ini *loh*, saya selaku pembuat tulisan dengan ini akan menjelaskan tentang apa itu beras dan apa itu nasi beserta beberapa filosofi yang saya ambil dari beberapa sumber sebagai referensi … ^^
Beras . Beras adalah bagian bulir padi [biasa sih disebut gabah] yang telah dipisah dari sekam . Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi).
[Sekam ?? palea ?? lemma ?? apadah .. cari tau sendiri aja ya ^^ ]
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.
Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari
- aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit,
- endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan
- embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras
Macam dan warna beras
- Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.
- Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.
Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam. - Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya 'Cianjur Pandanwangi' atau 'Rajalele'). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.
Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.
Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
- amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
- amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras .
Itu tadi tentang beras [ngambil dari Wikipedia :D ] sekarang kita bahas tentang nasi-nya !
Nasi
Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia lain) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.
Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).
Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara
Nah itu tadi beberapa hal tentang beras dan nasi .. terus gimana prosesnya dari beras bisa jadi nasi ?? .. cekidot !
[tapi yang ini khusus cara modern dengan magic com/ magic jar / apalah .. ]
1) Lama Pemanasan
Tau nggak kalau memanghangatkan nasi itu nggak boleh semalaman? Pemanasan yang berlebihan akan menyebabkan nasi cepat basi. Karena itulah tips pertama yang harus dilakukan adalah, menghindari pemanasan nasi pada malam hari. Biar nasi yang kita masak awet, lepas kabel magic com pada malam hari, dan pasang kembali di pagi hari sewaktu mau sarapan. Selain menghindari nasi yang basi, agan-agan juga bisa menghemat listrik. hehhehehe
2) Jenis Majic Com
Magic Com sendiri punya jenis jar yang berbeda. Jenis magic com dengan jar teflon memiliki keuntungan yaitu anti lengket. Namun sayangnya, jar jenis teflon memiliki kemampuan menyimpan bau.
Jenis stainless steel yang tidak anti lengket tidak menyimpan bau gan. Tapi konsekuensinya berat nih, cara membersihkannya susah. Nasi jadi nempel-nempel gitu di jarnya.
tips ane, pakai yang teflon aja. tapi, agan harus lebih pinter waktu nyicinya. jampurin sedikit perasan jeruk lemon atau kopi bubuk waktu nyuci. itu bisa membantu menghilangkan bau yang 'disimpan' oleh teflon.
3) Keadaan Pengeluaran Uap (steam Outlet)
Percaya nggak percaya, lubang kecil-kecil yang ada di magic com ternyata mengundang bakteri penyebab bau busuk gan. Ini dia alasan mengapa pemanasan terlalu lama perlu dihindari. Uap nasi yang penuh dengankarbohidrat menjadi daya tarik bakteri untuk membentuk koloni di steam otletnya. Metabolisme bakteri mengeluarkan uap air yang dapat menetes ke bagian nasi. Inilah yang menyebabkan nasi jadi basi, bau, menguning gan..
4) Jenis Beras
untuk yang satu ini, kita harus pinter mengetahui jenis beras apa yang kita gunakan. Ada beberapa jenis beras yang 'berani air', artinya memasak beras ini diperlukan air yang cukup banyak. tapi secara umum, air yang digunakan adalah satu lipat garis jari di atas takaran beras.
5) Tips Tambahan
Ini sih ane kagak tau alasan ilmiahnya. Tapi, menguningnya nasi dan basinya nasi dalam magic com bisa dihindari dengan penambahan perasan jeruk nipis gan.
jadi ketika nasi kita masak dalam magic com, dalam keadaan setengah matang (liat uap air yang kelur dari magic com mulai banyak), tutup magic com kita buka, terus tambahin aja perasan jeruk nipis.
1/2 perasan jeruk nipis = 1/2 L beras
Oke sekian tentang beras nasi dari saya *Loh* . hahaha . ga deng salah .. bukan begitu maksudnya . disini mungkin akan lebih membahas tentang filosofi atau filsafat atau yang semacamnya lah . karena dalam sebutir beras – maupun sepiring nasi pun memiliki hikmah-hikmah tersendiri yang [mungkin] bisa kita ambil dan di pelajari hikmahnya .. hmmm …
Sejujurnya saya bingung harus mulai darimana *halah* . tapi oke . kita mulai saja ..
Nasi putih, dikonsumsi oleh lebih dari 500 juta jiwa di Asia Tenggara sendiri. Mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan seterusnya.
Sebuah makanan dasar yang memenuhi kebutuhan karbohidrat kita, berwarna putih, berbentuk lonjong yang imut mengundang selera makan, rasa nikmat memberi kepuasan batin dan lahiriah. Tetap sedap jika dikonsumsi bersama lauk-pauk lain mulai dari tumis daging, sayur cah kangkung yang menggoda, telur goreng, tempe, tahu, bahkan sampai makanan mewah bak steak, babi panggang (maaf teman-teman muslim, tapi anda sekalian tahu bahwa saya sangat menyukai makanan yang mengandung babi), dan masih banyak lagi.
Nasi pun bisa dimasak sedemikian rupa menjadi sebuah santapan yang bisa dinikmati semua kalangan dimulai dari pemulung hingga presiden: nasi goreng, nasi kuning, nasi telur, nasi mentega, nasi gila, nasi kucing, dan masih banyak lagi.
Satu lagi kehebatan nasi yang saya berhasil pelajari sewaktu saya bertualang ke Jogjakarta bersama Ayah saya: Nasi, di manapun, kapanpun, dalam situasi apapun, bisa mengumpulkan sekelompok orang asing dalam sebuah meja makan dan melupakan perbedaan mereka dengan menikmati nasi dan makanan yang tersedia. Nasi itu hebat ya?
Tetapi, jika kita pikirkan bersama, sebutir nasi itu memiliki sebuah cerita tersendiri yang bisa kita ambil sebagai sebuah pelajaran hidup.
Semua itu dimulai dari tanaman padi… yang dipanen oleh para petani setelah menguning, dan dipukuli ke sebuah papan agar bulir-bulir padi itu bisa rontok dan dikumpuli. Setelah dikumpuli bulir-bulir padi yang rontok tersebut, mereka akan dibawa dan dituang kedalam sebuah lesung untuk sekali lagi, dipukuli oleh alu-alu. Bulir-bulir padi ini akan lepas dari kulitnya dan akan berubah menjadi butir-butir beras. Setelah itu, semua itu akan dikumpulkan, dikarungi dan dijual sebagai beras siap masak.
Nah, sekarang mari kita bayangkan jika beras itu adalah jati diri kita masing-masing. Dimulai dari awal pertumbuhan… pada saatnya akan ‘menguning’-matang dengan seiiringnya waktu. Pematangan ini pun tergantung dari kondisi tanah, yang bisa kita artikan kondisi lingkungan di mana kita tumbuh. Namun, ini pun juga bisa menjadi pelajaran, jika memang bibit padi itu sebuah bibit unggul, maka ia pun akan tumbuh dengan baik.
Setelah ‘matang’ maka kepribadian beras itu dicoba. Dibanting dari batang utamanya, mungkin ini bisa kita artikan ketika kita, sebagai remaja atau sebagai seorang individu, ‘dilepas’ untuk merantau di dunia nyata. Setelah kita semua ‘lepas’ dari batang utama kita, yaitu orang tua kita, maka kita dihentak, di’alu’ oleh kenyataan dunia. Setelah bulir-bulir padi itu lepas dari sekamnya, bisa kita artikan sebagai semua topeng dan apapun yang menutupi jati diri kita yang sebenarnya ‘terpecahkan’ atau ‘terkupas’ dan menunjukkan apa buah, apa inti sebenarnya.
tetapi hati-hati, karena terkadang sekam itu terlihat gemuk dan padat, namun bisa saja kosong, atau berisi beras yang busuk.
Beras itu pun siap masak dan siap untuk disantap.. Coba pikirkan bahwa semua ujian dan semua cobaan itu akan berhasil pada akhirnya akan menjadi sebuah pencapaian yang berarti bagi kita. Sebuah hasil akhir yang sangat memuaskan, yang sangat nikmat yang adalah diri kita sendiri.
Satu hal lagi yang kita semua bisa petik dari nasi adalah, nasi adalah nasi. Dari mana pun, nasi Jepang, Nasi Indonesia, Setra Ramos, Rojolele, Pandan Wangi, apapun, jika dimasak akan menjadi nasi.
Nasi goreng, nasi kuning, nasi kucing, apapun bumbunya, apapun warnanya, apapun rasanya bahan dasarnya adalah nasi.
Begitu pula kita manusia. Bagaimanapun kita menghias diri, menutup diri, menolak diri, membuat diri kita ‘pedas’, ‘asin’, ‘asem’, ‘manis’ (ramai rasanya), kuning, putih, coklat, merah kita adalah diri kita sendiri. Kita tidak bisa menolak kenyataan bahwa kita diciptakan sebagai kita sendiri.
Janganlah membuang waktu dengan mencoba menjadi makanan lain jika kamu memang diciptakan sebagai beras.
Jadi intinya, kita adalah diri kita sendiri. Di manapun kita berada, siapapun kita ini, peganglah teguh jati diri kita karena itu adalah kekuatan kita.
Jadilah sebuah bibit unggul, yang akan membuat sepiring nasi yang nikmat disantap.
Sepiring nasi. Tidak banyak. Tapi, di sana ada pelajaran hidup. Sepiring nasi mengajarkan tentang proses yang mesti di jalani dalam hidup dan kehidupan. Tidak ada yang langsung jadi seperti yang di kisahkan dalam cerita Seribu Satu Malam dengan lampu Aladinnya. Tidak ada Sim Salabim, tidak ada Abrakadabra. Kita tidak sedang hidup dalam dunia mimpi.
Untuk bisa menjadi sepiring nasi yang menemanimu saat pagi, siang dan bahkan malam. Nasi-nasi itu sebelumnya hanyalah bulir-bulir padi. Untuk menjadi bulir-bulir padipun, ia harus menerima serangkaian proses.
Petani menjadi pahlawan untuk setiap bulir padi itu. Dari ketika matahari mulai merangkak di langit timur, petani harus bangun. Sering hanya dengan sarapan segelas kopi. Petani menyandang pacul, turun ke sawah. Bermain dengan lumpur, lintah-lintahpun seperti gandrung mengganggunya, menghisap darah petani. Tanah-tanah persawahan di cangkul oleh sang pahlawan itu. Setelah menunggu sampai beberapa lama hingga bisa di tanami. Kembali, terjun ke sawah untuk menanaminya. Menjaga hingga beberapa bulan yang melelahkan. Tidak mengacuhkan matahari yang membakar, keringat yang mengucur deras. Hingga, kilau memancar dari setiap bulir padi di tengah persawahan. Sejuk dan sangat indah.
Burung-burung pipitpun terlihat begitu kegirangan, tak bisa menahan hasratnya untuk sekedar mencicipi beberapa biji padi. Sampai kemudian, tiba saatnya padi itu harus di pisahkan dari batangnya, di potong oleh petani dengan senyum sumringah oleh panen yang bakal ia tuai.
Untuk memotong juga tidak cukup dengan waktu yang sebentar saja, tapi sampai berhari-hari. Petani tidak menghitung, berapa ribu liter sudah peluh mengucur dari tubuhnya. Setelah selesai padi harus di bawa ke penggilingan. Padi itu di rontokkan kulit-kulitnya hingga berubah warna dari kekuningan menjadi putih. Namanya berubah menjadi beras, menggoda perut-perut yang lapar. Tapi, tentu saja, beras ittu tidak bisa langsung ditelan. Beras itu harus di cuci dan di panaskan di atas api.
Beberapa bulan yang lalu beras itu harus di panggang di bawah matahari. Setelah di panen, menjelang di giling juga harus di jemur di bawah matahari. Panas, dan untuk menjadi nasi juga harus menerima panas lagi dari api di tungku. Bulir-bulir beras itu musti rela kembali di bakar dengan api sampai menjadi nasi. Sebuah proses yang lumayan panjang.
Persis sama juga dengan ulat-ulat di dedaunan yang harus menjalani waktu yang tidak singkat untuk bisa menjadi seekor kupu-kupu yang meneduhkan pandangan.
Alam memberi pelajaran pada proses yang harus di jalani dalam hidup. Untuk bisa menerima sesuatu yang berharga, serangkaian kepahitan menjadi satu syarat. Keberhagaan hidup bukan hadiah tak berimbalan. Ia adalah buah dari setiap yang kita tabur. Satu piring nasi tidak bisa mengeyangkan ketika tangan masih enggan untuk terayun menyuapkan nasi itu ke rongga mulut.
Tak pelak, kesediaan menerima semua proses itu berjalan menjadi satu hal yang mutlak harus. Kita sendiri dulu hanyalah seorang bayi yang tidak berdaya, tidak memahami kenapa harus terlahir. Lahir tanpa membawa apa-apa. Telanjang saja berbaju lendir dan darah dari rahim ibu. Serangkaian proses telah menjadikan kita sebagai remaja dan kemudian dewasa. Kelak kita juga menjadi tua.
Namun, akankah kita membiarkan hidup berjalan begitu saja tanpa ada upaya untuk bisa membuat dan melakukan sesuatu yang berharga? Tentu, kita takkan menginginkan diri kita ini hanya lahir, hidup dan lantas mati. Karena pikiran dan segenap anggota tubuh yang telah di anugerahkan Tuhan sangatlah berharga. Kitapun yakin Ia ciptakan semua ini tidaklah asal jadi. Ia tahu yang kita butuhkan.
Kasihan sekali jika kita sampai hari ini masih belum tahu fungsi dari setiap inci anggota tubuh yang di beri-Nya. Taburlah harapan kebaikan. Pergunakan semua yang di berikan Tuhan dengan optimal, hingga kita bisa menghadirkn sesuatu yang BESAR untuk wajah bumi ini. Bisa di lihat oleh keturunan yang hidup di kemudiannya. Walau niat kita tidak sesederhana sekedar untuk mengundang decak kagum mereka. Melainkan kontribusi tulus yang di dedikasikan untuk perkembangan manusia masa depan secara keseluruhan.Terakhir, saya ingin katakan, setiap manusia yang sudah pernah berhasil, selain menerima dan menjalani begitu panjang proses. Juga mereka mengerahkan semua daya yang di berikan Tuhan. Semua titipan-Nya tidak di biarkan terbengkalai. Pengerahan semua daya itu menjadi harga untuk membayar sukses hidup yang di impikan. Berikan setengah maka anda dapatkan stengah, berikan semua maka anda akan dapatkan yang jauh lebih besar dari yang anda bayangkan.
Tambahan
Beras dan Kuliah … Apa hubungannya ???
Memang si beras dan si kuliah itu gak ada di dalam satu konteks yang sama. Udah Jelas beras itu bahan makanan dan Kuliah itu kegiatan. Tapi kalo disambung- sambungin akhirnya ada hubungannya kok. Untuk lebih jelasnya baca notes ini sampai selesai ya .
Beras ( asalnya dari padi, kepanjangan kalo diterusin), nasib dari si beras itu ada 3 yaitu jadi nasi, jadi bubur atau jadi rusak. Nah semua itu tergantung dari si ‘Empu-nya’ beras buat ngolahnya. Nah terus hubungannya sama kuliah apa?
Nah hubungan beras ama ’3 takdir beras’ itu adalah sama- sama ditentuin sama siapa yang mau ngejalanin kuliah itu. Orang yang mau kuliah bisa milih, dia mau jadi nasi, bubur atau beras yang rusak.
Kalo dia mau jadi nasi yang disukain banyak orang dia harus bener2 ngejalanin kuliahnya, ngejalaninya dengan enjoy gak beban dan satu lagi hal yang paling penting, yaitu dapet HASIL dari kuliahnya. Maksud HASIL itu adalah ilmu, baik ilmu formal yang didapet dari kuliahnya atau ilmu non-formal yang didapet dari pergaulan pas dia lagi kuliah.
Trus kalo misalnya dia jadi bubur, mungkin dia ngejalanin kuliah cuma sebatas tuntutan dari lingkungannya, ibaratnya tuh kayak pribahasa ‘hidup segan mati tak mau’,ga pas , ga nyaman , ga sreg sama kuliah yang dipilihnya . tapi akhirnya dia sadar apa yang udah dipilihnya itu udah gak bisa ‘direwind’ lagi [emang mp3 apa bisa di rewind .. :hammer: ], dan akhirnya dia berusaha buat bisa ngambil esensi dari kuliah ‘kepaksanya’ itu, meski cuma sedikit. Dan akhirnya dia pun bisa jadi bubur, meki dari bahan yang sama tapi dengan proses yang lebih lama dan kandungan zat yang lebih sedikit dari nasi.
Dan yang terakhir adalah jadi beras rusak, kalo ini udah kejelas, kuliahnya Gagal dan gak dapet sedikitpun HASIL dari kuliahnya. Biasanya ini dialamin sama orang yang kuliah cuma sebatas ngejar gengsi dan paksaan lingkungan, dia masuk kuliah, dia gak suka ama jurusannya, dia gak nge-click ama kehidupan kampusnya dan akhirnya dia gak enjoy buat kuliah, akhirnya cabut2an dan nilai gak bener, dan dia pun SUKSES jadi beras rusak yang tinggal dibuang aja.
Sumber :
Kabar Indonesia
http://ryanbhuled.wordpress.com/2010/08/06/cerita-beras-dan-kuliah-filosofi-beras-untuk-pendidikan/
Udah ya segitu dulu . kurang lebihnya mohon dimaafkan . namanya juga pemula yang amatiran :D . hahahaha …
Sekian
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Nama Asal Muasal Pulau Di Indonesia
Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.
Pada masa Dinasti ke-18 Fir’aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua – daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir’aun Mesir kuno.
Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.
Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas .
Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Pulau Padi” dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan “Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas”, sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.
Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”
Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.
Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana” adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P’ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.
Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.
Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.
Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.
Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.
Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.
Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.
Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi
Maluku memiliki nama asli “Jazirah al-Mulk” yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.
Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.
Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.
Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.
Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.
Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.
Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.
Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.
Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan “dunia yang hilang”,dan “Taman Firdaus di bumi”, dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.
Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.
Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.
Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.
Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.