About Me
- Odz-R
- Saya adalah salah satu mahasiswa biasa yang kuliah di Universitas Swasta di Jakarta-Depok dengan hobi yang biasa . Uang jajan yang biasa . Tampang yang biasa . Sifat dan sikap seperti halnya laki-laki biasa . Porsi makan yang biasa dengan jam tidur yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang biasa ...
Blog Archive
-
▼
2012
(46)
-
▼
June
(12)
- Link Your DONTBLYNK Account to the New PlayRohan P...
- List Reputasi Seal Online >> Title Alternative...
- Format Lapor Cheater Seal Online Eternal DestinyMa...
- Mage Guide Seal Online by daundotcom mage adalah ...
- Cooking Research Seal Onlinekenali dulu: misalnya ...
- Guide to lava room Seal Online Level from 30 - 50...
- Guide Moo Moo Inventory : Req. : - Lvl 16 ~ Lvl 2...
- guide lvl 1-10 kurang dari 10 menit 1. bikin char...
- ================== Skill Cooking Craftsman =======...
- sedikit preview mengenai job2 saya sudah hampir ny...
- Uang, Bank, dan Penciptaan Uang
- ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TE...
-
▼
June
(12)
Haruskah menunggu orang yang tepat ????
Siapa saja pernah memperdebatkan cinta pasti tahu hal ini . masing-masing orang memiliki persepsi yang berbeda dan sulit mencari titik temu diantara keduanya . begitula , cinta memang satu dari sedikit hal yang membingungkan . seperti kisah yang akan di ceritakan disni ..
A : " Hidup ini teramat singkat . shingga teramat sayang jika hidup yang singkat ini kita habiskan bersama orang yg tidak tepat . "
B : " Justru karena hidup yg tllu singkat ini kita harus bergerak cepat . tllu berspekulasi jika kita hanya menunggu orang yg tepat . sbab kita tak pnah tau kapan kita akan skarat . " Bantah si B .
si A menatap si B . keningnya berkerut . " lalu kita harus menghabiskan sepanjang hidup kita bersama org yg tak tepat n tnpa rasa cinta ?? "
si B mndengus . n berkata , " Bagaimana kau bisa berpikir dia adalah org yg tepat smntara kau sama skli cukup lama bersamanya ?? . Waktulah yg akan menentukan apakah s'seorang itu tepat atau sbliknya . "
"Waktu tak kan mnjawab apapun !! ia hanya mengalir n bisu ! . kitalah yg harus mncari jawaban n mncari orang yg tepat . " . Bantah si A .
"Waktu memang tidak mnjawab apapun , Tp kita ttp butuh waktu . betapa tololnya jika kita membiarkan waktu terus bllu smntara kita hanya berdiri dimuka pintu sambil berharap org yg tepat itu datang n menetap ! . " Balas si B .
"Tak ada penantian yang sia-sia !! " . si A membantah lagi .
"Kau ini aneh . " . Ujar si B . "Disaat kita menanti sesuatu disaat itu pula kita membiarkan waktu bllu dngan sia-sia . Lagi pula bukankah penantian mu itu bntuk lain dari ketidakpastian ? kau bisa saja terus menanti,siapa yang berani jamin penantian mu itu tak kan sia-sia ? "
si A diam sejenak . Lalu dgn sorot mata yg aneh ia berkata , " Bukankah memank tidak ada yg pasti dalam dunia ini ?? " .
si B tertawa lepas mndengarnya,"kau pikir 2+2=4 itu bukan hal yg pasti ? kau pikir permen dibibirmu itu sesuatu yg semu ?? .. "
"Tapi hidup , juga cinta , bukanlah MATEMATIKA !!" . Bentak si A .
.....................................................................................................................................................
"HIDUP DAN CINTA MEMANG BUKAN MATEMATIKA . TAPI SEGALA SESUATU TETAP MEMBUTUHKAN PERHITUNGAN . KALAU KAU PIKIR MENANTI ORANG YG TEPAT ITU TIDAK AKAN MERUGIKANMU . SILAHKAN ! , TAPI SAAT ORANG YG TEPAT ITU DATANG , PASTIKAN KULITMU BERLUM KERIPUT . SEBAB , KALAU KULITMU SUDAH KERIPUT , ITU ARTINYA HIDUPMU TINGGAL SEJENGKAL !!!!! " ..
Apa yang anda pikirkan setelah membaca cerita diatas ??? .... ^^
jawablah ddalam hati anda masing" .
NB : Kritik . Saran . Pujian . Makian . taro aja dicomment ^^ ..
Makasih ...
Jeritan Hati Seorang Anak Yang Tidak Pernah Kenal Siapa Ayah Nya !
lahir seorang anak dalam usia kandungan 7 bulan di perut ibu nya.
setelah dilahirkan ke dunia.
hanya 2 minggu dia merasakan ASI dari ibu nya.
hanya 2 minggu dia merasakan kasih sayang ibu nya.
sebelum ibu nya pergi meninggalkan nya untuk bekerja di luar kota.
hanya nenek & kakek nya yg menjaga nya.
hari demi hari berlalu.
minggu demi minggu berlalu.
tahun demi tahun pun berlalu.
dia telah menginjak usia 1 tahun.
dia sangat merindukan sentuhan kedua org tua nya .
ibu nya hanya pulang sekali setahun untuk mengunjungi nya.
ayah nya pun jarang sekali ada di rumah. entah itu pergi kemana.
hanya pelukan kakek & nenek nya yg ia rasakan selama 1 tahun.
tepat seminggu sebelum hari ulang tahun si anak.
entah konflik apa yg terjadi.
ayah nya meninggalkan sepucuk surat.
di surat itu ayah nya berkata hendak mencari kerja keluar kota.
karena biaya hidup yg semakin tinggi.
sulit rasa nya hidup jika hanya bergantung kepada istri.
si anak pun merasa sedih di hari ulang tahunnya tidak ditemani kedua orang tuanya.
di usia 3 tahun. si anak sudah tumbuh menjadi anak yg lincah.
setiap akhir tahun ibu nya selalu mengunjungi nya.
tetapi ayah nya sudah 1 tahun tidak ada kabar sama sekali.
suatu hari dia menangis.
dan bertanya kepada nenek nya.
"oma. pantesan papi ga pulang - pulang. sekarang papi udh masuk tv. udh ga inget lagi sama aku. (sambil menangis & terus menatap gambar di tv yg dia kira itu ayah nya padahal bukan)"
setiap hari dia hanya bisa menatap foto ayah nya dan menangis.
selalu dia mempertanyakan dimana ayah nya.
sedangkan ayah nya sudah pergi meninggalkan nya entah kemana.
si anak selalu berharap ayah nya cepat kembali
si anak selalu sabar menunggu ayah nya.
si anak sangat butuh kasih sayang seorang ayah.
waktu berjalan terasa cepat.
17 tahun dia hidup tanpa kasih sayang ayah & ibu.
yg dia tahu hanya kakek & nenek nya lah orang tua nya.
kasih sayang dari kakek & nenek nya jauh melebihi kasih sayang orang tua nya sendiri.
hingga detik ini.
anak itu telah menginjak usia 21 tahun.
setiap hari ia masih selalu menatap foto ayah nya sambil menangis dan berharap suatu saat ayah nya akan membayar hutang kasih sayang nya yg selama 19 tahun tidak dia berikan.
~~~
Sumber :
[STORY] 8 Kebohongan Putih Seorang Ibu. Baca Pahami & Menangis lah.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu !"
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
Sumber : NsR